Ade Armando Pamit dari PSI: Tameng untuk Jokowi atau Sekadar Strategi 'Cuci Tangan' Politik? 06.05.2026

Ade Armando mengundurkan diri dari Partai Solidaritas Indonesia (PSI) pada Selasa, 5 Mei 2026, di Jakarta, sehari setelah dilaporkan ke Bareskrim Polri oleh 40 organisasi kemasyarakatan Islam terkait dugaan penghasutan dalam polemik ceramah Wakil Presiden Jusuf Kalla. Ia menyatakan pengunduran diri demi mencegah dampak negatif pelaporan tersebut merembet ke partai dan Presiden Jokowi. Meski membantah tuduhan dan mengaku menjadi sasaran fitnah, Ade memilih mundur sebagai "pengorbanan personal". Pihak PSI, melalui Ketua Harian Ahmad Ali, mengakui langkah ini untuk melindungi partai dari badai hukum yang berpotensi menyangkutkan Jokowi, yang memiliki keterkaitan dengan partai melalui Kaesang Pangarep. Analis politik melihat langkah ini sebagai strategi reposisi citra PSI ke arah yang lebih moderat, meski diraguan efektivitasnya dan berpotensi menjadi bumerang.


















