Duta Besar sekaligus Perwakilan Tetap Republik Islam Iran untuk PBB, Amir Saeid Arvani, dalam sebuah surat kepada Sekretaris Jenderal dan Presiden Dewan Keamanan, menguraikan pelanggaran-pelanggaran mendasar terhadap Memorandum Islamabad oleh Amerika Serikat. Surat ini, yang disusun menyusul tindakan agresif Amerika Serikat dan rezim Israel sejak 28 Februari 2026, merujuk pada memorandum empat belas poin yang ditandatangani pada 17 Juni 2026, yang dirancang berdasarkan prinsip "komitmen timbal balik".