Mengapa harga minyak dan gas tetap tinggi meskipun AS adalah produsen utama 14.07.2026

Amerika Serikat tetap menjadi produsen minyak teratas di dunia dengan memompa 13,6 juta barel minyak mentah per hari pada tahun 2025, namun warga Amerika terus menghadapi harga bensin yang tinggi. Paradoks ini muncul karena minyak merupakan komoditas yang diperdagangkan secara global, di mana pembeli bersaing untuk mendapatkan pasokan yang sama tanpa memandang asal usulnya. Sebagaimana dijelaskan oleh kepala ekonom Moody's Analytics, Mark Zandi, "Minyak secara harfiah mengalir ke harga tertinggi," yang berarti produsen AS menjual kepada siapa pun yang menawarkan harga terbaik, termasuk pembeli internasional. Serangan militer AS-Iran baru-baru ini memperburuk kekhawatiran mengenai pasokan minyak melalui Selat Hormuz, yang menyebabkan harga minyak mentah Brent melonjak 3,8% pada 14 Juli menjadi $85,92 per barel. Konflik tersebut mengganggu pasokan Timur Tengah, yang berdampak besar pada pasar Asia dan Eropa yang sangat bergantung pada kawasan tersebut, yang pada gilirannya mendorong harga global lebih tinggi dan meningkatkan biaya bahan bakar di AS.














