Sebuah kesepakatan besar telah dicapai antara Prancis dan Ukraina pada Senin, 13 Juli ini, yang mengatur akuisisi 16 pesawat tempur Rafale beserta persenjataannya oleh Kyiv. Emmanuel Macron mengumumkan bahwa pesawat-pesawat pertama dijadwalkan mulai terbang pada 2028-2029, sebagai realisasi dari pernyataan niat yang ditandatangani pada bulan November. Kesepakatan tersebut juga mencakup penyediaan radar serta produksi berlisensi di Ukraina untuk bom AASM, rudal anti-pesawat Aster 30, dan rudal jelajah Scalp. Untuk memperkuat pertahanan udara, Kyiv juga akan dilengkapi dengan baterai SAMP/T generasi terbaru.