Sekretaris Jenderal PBB Menyerukan Larangan Global terhadap 'Robot Pembunuh' AI 07.07.2026

Dalam Dialog Global pertama tentang Tata Kelola AI di Jenewa pada hari Senin, Sekretaris Jenderal PBB António Guterres menyerukan larangan global terhadap "robot pembunuh" bertenaga AI. Guterres menggambarkan pengembangan senjata otonom sebagai hal yang "menjijikkan secara moral," dengan menekankan bahwa keputusan mengenai pengambilan nyawa manusia harus tetap berada sepenuhnya di bawah kendali manusia. Seruan ini sejalan dengan peringatan etika baru-baru ini dari Paus Leo XIV mengenai kesucian nyawa dalam peperangan. Sementara beberapa pendukung berargumen bahwa AI dapat mengurangi korban sipil atau mempertahankan keunggulan strategis terhadap lawan seperti China dan Rusia, pihak lain khawatir akan terjadinya perlombaan senjata yang tidak terkendali. Perdebatan ini diperumit oleh konflik internal Silicon Valley, seperti perjuangan hukum Anthropic melawan pemerintah AS, dan janji Presiden Trump untuk mempercepat penggunaan AI dalam domain militer. Para pendukung memperingatkan bahwa proses pengambilan keputusan yang tidak transparan dalam sistem otonom pada akhirnya dapat menyebabkan hilangnya kendali manusia secara total.
















