Trump berjanji memangkas tagihan listrik hingga setengahnya. Analisis baru menunjukkan kebijakan energinya justru melakukan hal sebaliknya 07.07.2026

Analisis baru oleh lembaga pemikir Energy Innovation menunjukkan bahwa kebijakan energi pemerintahan Trump akan meningkatkan biaya listrik secara signifikan bagi warga Amerika, yang bertentangan dengan janji kampanye Presiden Trump untuk memangkas tagihan hingga setengahnya. Dengan membatasi pengembangan energi terbarukan melalui penghapusan kredit pajak dan mempersulit perizinan proyek energi bersih, pemerintah lebih memihak pada pembangkit listrik tenaga batu bara yang lebih mahal. Laporan tersebut memprediksi bahwa rumah tangga Amerika akan menghadapi peningkatan biaya yang totalnya mencapai lebih dari setengah triliun dolar pada tahun 2040, dengan pengeluaran rumah tangga individu meningkat hingga $490 pada tahun tersebut. Pergeseran ini terjadi di tengah lonjakan permintaan listrik yang didorong oleh kecerdasan buatan (AI) dan pusat data. Selain itu, pencabutan subsidi kendaraan listrik dan kredit pajak konsumen untuk isolasi rumah (home weatherization) diperkirakan akan memperlambat adopsi teknologi hijau, yang berpotensi meningkatkan biaya jangka panjang bagi konsumen dan berdampak pada kesehatan masyarakat.















