Vaksin Eksperimental Menunjukkan Harapan Melawan Penyakit Usus Berbahaya 06.07.2026

Peneliti dari University of Bergen dan Norwegian Research Center (NORCE) telah mencapai tonggak sejarah penting dalam upaya selama puluhan tahun untuk mengembangkan vaksin melawan enterotoxigenic Escherichia coli (ETEC). Bakteri ini merupakan penyebab utama penyakit diare parah secara global, yang berdampak secara tidak proporsional pada anak-anak di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah. Teknologi baru ini secara khusus menargetkan toksin yang dihasilkan oleh ETEC, yang secara historis telah menghambat pengembangan vaksin. Terobosan teknologi ini telah dilisensikan kepada produsen Prancis, Valneva, untuk pengembangan lebih lanjut. Meskipun Dr. James Fleckenstein dari Washington University School of Medicine mencatat bahwa protein tersebut memicu respons antibodi yang kuat, teknologi ini masih memerlukan studi laboratorium yang ekstensif, uji klinis, dan tinjauan regulasi sebelum tersedia untuk publik. Hingga vaksin tersebut terwujud, para ahli menyarankan pelancong untuk mempraktikkan kebersihan tangan dan mengonsumsi air kemasan guna memitigasi risiko infeksi.















